Rabu, 07 Januari 2009

Senandung Pada Langit


Senandung pada langit.
Berjuta air mata pun bangkit.
Menandingi gelap
dalam selimut subuh.
Berlindung atap
manusia tetap rapuh.

Taman-taman itu masih jauh.
Masih terlalu jauh.
Masih kuatkah diri ini mengayuh?
Meski telah berkeringat jenuh
dan menangisi peluh.
Bayang-bayang telah lusuh
namun tetap di sisi dalam patuh.
Hanya lilin-lilin menemani
alunan senyap dalam sunyi.
Rindu ingin kembali.

Suatu hari,

kuharap senandung ini akan dijawab.

Published: Fajar, Minggu 4 Januari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar